Dairi| metroinvestigasi.id – Bupati Dairi, Vickner Sinaga, memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Capaian Kinerja Pemerintah Kabupaten Dairi Tahun Anggaran 2026 di Hotel Beristera, Kecamatan Sitinjo, Kamis (20/8/2026). Rapat strategis ini digelar dalam rangka evaluasi menyeluruh serta percepatan pemenuhan target program kerja di paruh kedua tahun anggaran berjalan.
Dalam forum tersebut, Bupati didampingi oleh Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala dan Sekretaris Daerah Surung Charles Bantjin. Satu per satu Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para Camat memaparkan realisasi kerja, kendala di lapangan, hingga strategi pencapaian target yang tersisa.
Bupati Dairi, Vickner Sinaga dalam arahannya menekankan pentingnya efisiensi waktu dan anggaran agar semua program berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Bupati menggarisbawahi sektor infrastruktur dan pertanian yang menjadi urat nadi ekonomi Kabupaten Dairi.
“Pembangunan jalan dan irigasi memang belum sepenuhnya selesai, masih banyak tugas yang harus kita kerjakan bersama. Kita tidak boleh pasif. Kita harus terus bergerak cepat menjemput bola dan mencari dukungan dana, baik dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat. Sinergi ini krusialis demi memuluskan target perluasan 1.000 hektare lahan budi daya padi gogo yang sedang kita jalankan,” tegas Bupati Vickner Sinaga di hadapan para pejabat Pemkab Dairi.
Lebih lanjut, Bupati Dairi, Vickner Sinaga mengingatkan agar Dairi tidak lagi sekadar mengirim bahan mentah keluar daerah. Hilirisasi komoditas unggulan seperti cabai merah, bawang merah, kentang, dan ubi jalar harus diwujudkan nyata di tingkat lokal.
“Saya minta jajaran OPD terkait untuk serius mengawal sektor pertanian mikro dan makro. Hasil tani kita harus semakin banyak yang diolah di dalam daerah Dairi sendiri. Melalui hilirisasi ini, kita dapat menciptakan nilai tambah ekonomi yang tinggi, menjaga stabilitas harga, sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat kita,” tambah Vickner.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala mengingatkan pentingnya aspek pengawasan administrasi dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna mendanai fasilitas pelayanan dasar.
“Koordinasi antarlini pelayanan harus diperketat. Kita perlu terus mendorong kesadaran masyarakat dalam membayar pajak. Melalui pengelolaan PAD yang transparan, keuangan daerah kita akan semakin kuat untuk membiayai sektor-sektor krusial seperti jaminan kesehatan, fasilitas medis, dan peningkatan mutu pendidikan dasar yang saat ini menyisakan 63 satuan kerja lagi untuk dirampungkan,” ujar Wahyu Daniel Sagala.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Dairi, Surung Charles Bantjin meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) menjaga ritme kerja yang akuntabel. Ia mengingatkan bahwa kerja keras Pemkab Dairi telah diakui lewat berbagai prestasi makro, termasuk mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 12 kali berturut-turut serta penghargaan pengelolaan Pajak Non-Tunai Terbaik dari Bank Indonesia.
“Apresiasi dana insentif sebesar Rp1 Miliar dari pemerintah pusat atas keberhasilan kita menurunkan angka pengangguran harus menjadi pemacu semangat. Saya minta seluruh Pimpinan OPD dan Camat segera menindaklanjuti poin-poin evaluasi hari ini. Pastikan penyerapan anggaran berjalan tepat sasaran, akurat, dan bersih sebelum tahun anggaran berakhir,” pungkas Sekda Surung Charles Bantjin.
Rapat koordinasi ditutup dengan penyerahan komitmen kerja baru dari para Pimpinan OPD yang berjanji akan melakukan percepatan program di wilayah dan sektornya masing-masing demi kemajuan Kabupaten Dairi.( Raja).
















Komentar