Dairi | metroinvestigasi.id – Siberru Leto merupakan sebuah legenda Pakpak yang menceritakan tentang seekor burung yang mempunyai seorang anak perempuan. Namun, anak perempuannya malu dan tidak mau mengakui bahwa ibunya adalah siluman burung.
Persembahan legenda tersebut turut memeriahkan pesta budaya Njuah – njuah Kabupaten Dairi tahun 2023 yang berlangsung mulai dari 02 November sampai 04 November 2023, di Stadiun Utama Sidikalang
Singkat cerita, setelah menikahi seorang pemuda, sang ibu datang mengunjungi desa tempat anak dan menantunya tinggal, dalam wujud burung. Karena tidak mengetahui, sang menantu memburu dan memanah burung tersebut hingga tewas.
Mengetahui hal itu, sang putri terkejut dan merasa bersalah karena tidak berkata jujur kepada suaminya. Sejak saat itu, ia menjadi sering mengunjungi hutan dan bersedih.
Setelah mengetahui kebenarannya, sang suami pun mengajak istrinya pergi dan melakukan ritual agar ibunya hidup kembali. Beruntung, ibunya kembali hidup dan mereka hidup bahagia.
Lysken Rosiana Angkat, penulis sekaligus koreografer Siberru Leto, menyampaikan pertunjukan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan legenda-legenda Budaya Pakpak kepada masyarakat sehingga tetap lestari dan semakin dikenal oleh masyarakat luas, khususnya kalangan muda.
Selain itu Lysken Angkat juga menyampaikan bahwa selain melestarikan cerita legenda Pakpak, cerita tersebut juga mengajarkan untuk tidak pernah malu dan takut mengakui orang tua, bagaimanapun kondisinya.
“Karena orang tua kita adalah orang yang berjasa dalam membesarkan dan merawat kita, yang harus kita bahagiakan sepanjang hidup kita,” ujar Lysken.
Selanjutnya Lysken juga menyampaikan, persembahan Siberru Leto tersebut mendapat dukungan dari semua pihak seperti Sanggar Tari Dairi, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Olahraga Kab. Dairi, serta seluruh pihak yang terlibat dalam memeriahkan perayaan Pesta Budaya Njuah-Njuah.( Rahman )










Komentar