Bantuan Rumah Inan Warga Miskin Dolok Hataran Masih Sebatas Pendataan

 

Simalungun | metroinvestigasi.id- Inan (50) warga nagori (desa. red.) Dolok Hataran Kecamatan Siantar sempat senyum sumringah tatkala kedatangan tamu dari Dinas Perumahan Kawasan pemukiman Dan Pertanahan (PKPP) Kabupaten Simalungun di dampingi Camat Siantar Henri Butar-butar pagi itu inan masih terlelap tidur di rumah katagori tidak layak huni yang sempat di beritakan sebelumnya.

Jumat Pagi (22/03) sekira pukul 08.30 Wib. Kepala Dinas PKPP Kabupaten Simalungun Jamahaean Purba ST, MT beserta rombongan yang di dampingi camat Siantar menyambangi rumah inan di huta Sidouruk Nagori Dolok Hataran dalam rangka meninjau kondisi rumah inan yang tidak layak huni.

Di beritakan metroinvestigasi.id sebelumnya, Aminan (inan) adalah seorang Pria duda cerai mati, istri inan meninggal saat melahirkan anak semata wayangnya 15 tahun lalu. Kini inan hidup sebatang kara dan tinggal di rumah Reot milik inan dari peninggalan orang tuanya sedangkan anak inan di asuh oleh keluarganya hingga kini.

Kedatangan kepala dinas PKPP beserta rombongan ke rumah inan di benarkan oleh Suhardi Pangulu (kepala desa.red). Menurut Suhardi, rombongan kepala dinas PKPP Simalungun bertujuan untuk melakukan pendataan terkait rumah inan yang sempat di beritakan beberapa media Online dan cetak prihal rumah inan yang masuk Kategori tidak layak huni.

“Benar, kedatangan Kadis PKPP dan rombongan ke rumah inan tadi pagi untuk meninjau kondisi rumah inan yang sempat di beritakan dan yang telah di laporkan berulang kali,” kata Suhardi pada metro investigasi yang di Konfirmasi lewat sambungan WatsApp Jumat siang.

Suhardi juga menjelaskan, laporan yang sufah berulang kali terkait kondisi rumah inan baru kali ini ada respon langsung dari pemkab simalungun itupun masih sebatas pendataan ulang dan melakukan foto bersama di rumah inan.

Suhardi berharap, Pemkab Simalungun tidak hanya melakukan pendataan saja dan hanya melakukan foto bersama di rumah inan. Hendaknya Pemkab Simalungun serius untuk melakukan atau merealisasikan apa yang di butuhkah warga miskin seperti inan.

Lebih lanjut disampaikan Suhardi, kalau pendataan sudah sering di lakukan dan di laporkan namun kata Suhardi, selama dirinya menjabat Pangulu 3 periode permohonan yang di laporkan kepada dinas terkait belum ada tanda-tanda keseriusan.

” Masih menunggu tindak lanjut dari PKPP Simalungun, untuk awal kami masih menyiapkan persoalan lahan yang akan di alihkan atas nama Aminan, karena lahan tersebut masih atas nama keluarga / orang tua Aminan. Soal bantuan rumah kemungkinan masih akan di usahakan apakah dari APBD atau dari CSR atau lebih jelas tanyakan pada Camat Siantar atau kepala Dinas,” imbuh Suhardi.

Terpisah, Djamahaean Purba ST, MT Kepala dinas PKPP melalui Henri Butar-Butar saat di konfirmasi Jumat (22/3) sore lewat sambungan seluler membenarkan kunjungan bersama Djamahaean Kadis PKPP, ” Mohon maaf tidak membalas pesan WatsApp karena masih ada acara persiapan di nagori,” jawab Hendri Butar-butar,”

” Kami telah melaksanakan kunjungan ke rumah Aminan tadi pagi bersama Pak Kadis, Untuk sementara masih melakukan pendataan. Soal bantuan rumah inan kami akan upayakan apa yang tercepat untuk pelaksanaan bantuan rumah inan. Kalau bisa lewat CSR di upayakan tahun ini,
Karena belum tampung di APBD 2024 atau nanti di P-APBD 2025,” jelas Henri Butar-butar. (H.Balog)

Komentar