
Medan | Metro Investigasi- Setiap air hujan turun dengan lebat atau deras, meskipun hanya beberapa menit dan tidak sampai hitungan jam. Jalan Perjuangan Pancing Kota Medan selalu mengalami banjir.
Meskipun Kota Medan pada tanggal 1 Juli 2019 mendatang berusia 429 tahun, rupanya hal itu bukan jaminan menjadikan Kota Medan yang terdiri dari 21 kecamatan dan 151 kelurahan sebagai tempat yang bisa terbebas dari banjir.
Pemandangan pada senin (27/5/ 2019) sekira pukul 15.30 WIB, Jalan Perjuangan Pancing Kota Medan diguyur hujan beberapa menit. Namun kota yang dijuluki ‘Medan Rumah Kita’ sudah terjadi banjir di beberapa ruas jalan dan menggenangi rumah warga.
Pemandangan banjir bukan saat ini saja terjadi di Jalan Perjuangan Pancing, Kota Medan yang merupakan ibukota Sumatera Utara. Bahkan banjir menjadi langganan bagi masyarakat.
Misalnya Alex,lelaki berusia 33 tahun, warga Jalan Garuda, Kecamatan Medan Denai, mengaku bahwa setiap hujan turun maka daerah yang selalu dilaluinya pasti akan banjir.
“Selain di Jalan Mandala dan Denai, Jalan Letda Sujono juga selalu banjir jika hujan turun,” katanya dengan logat bahasa khas Batak.Menurut Alex, banjir yang kerap terjadi di Kota Medan disebabkan kurang baiknya drainase. Ia berharap agar Pemerintah Kota Medan segera mengatasi permasalahan banjir.
“Bapak Wali Kota Medan maupun instansi terkait seharusnya cepat tanggap, jangan menunggu masyarakat kebanjiran,” tambahnya. “Memang banjir merupakan bencana. Tetapi ada juga banjir yang disebabkan karena tak pedulinya pemerintah. Kalau pemerintah peduli, tak mungkin Kota Medan banjir,” sambungnya.
Alex berpendapat, banjir mengakibatkan banyak kerugian dan kerusakan, semisal menimbulkan penyakit “Jangan menunggu sampai ada korban, masyarakat tidak ingin terus-menurus mengalami banjir,” terangnya (Esron)
















Komentar