APDESI INHIL Studi Banding ke Wilayah Indonesia Timur

 

Indragiri Hilir | metroinvestigasi.id – Adapun studi banding yang diprakarsai oleh organisasi desa yang kita ketahui yaitu APDESI tidak terlepas dari hasil musyawarah bukanlah keputusan perorangan melainkan ini menjadi suatu program yang dirapatkan bersama.

Jadi bukan hasil keputusan ketua APDESI terpilih said Khairul Hanafiah,melainkan hasil keputusan musyawarah bersama,tetapi disatu sisi ada beredar terkait berita mengenai studi banding Kepala Desa se Kabupaten Indragiri Hilir ke wilayah timur Indonesia menuai pro dan kontra.

“Namun ketika wartawan mwtroinvestigasi.id mengkonfirmasi kepada kepala desa,Krisna putra, melalui telepon Krisna mengatakan kami sangat berterima kasih dengan kritikan yang sifatnya membangun,ini kami sangat mengapresiasi Kritikan tersebut,berarti masih masyarakat Inhil masih banyak yang sayang dan memperhatikan kami khususnya kepada pengurus dan anggota APDESI dikabupaten Indragiri hilir ini.ungkap krisna.

Tambah Krisna lagi,adapun studi banding yang kami laksakan pada waktu ini,bukanlah sebagai pemborosan alias mumbazir, walaupun tidak termasuk dalam program prioritas pemulihan ekonomi.tambahnya lagi.

Disamping itu juga Ketua terpilih, Asosiasi Persatuan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Inhil terpilih Said Khairul Hanafiah menjelaskan bahwa adapun ini kami laksanakan bukan tanpa tujuan dan bukan untuk menghambur-hamburkan anggaran desa, melainkan untuk dapat kami sebagai kepala desa dapat untuk peningkatan kemampuan aparatur desa kedepan.

“Dengan harapan,bahwa studi banding itu untuk dapat kami dapat membedakan secara meningkatkan pengembangan ekonomi masyarakat ketempat tujuan studi banding,karna kita menganggap Indonesia bagian timur termasuk berhasil dalam tertib administrasi. Ekonomi tidak bisa berkembang jika tidak diikut sertakan tertib admistrasi,” kata Ketua APDESI Inhil Terpilih, Said Khairul Hanifiah.

Lebih lanjut Said mengatakan bahwa, APDESI bersama Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) tidak menunda pelaksanaan kegiatan yang sifatnya menjadi perioritas untuk kepentingan masyarakat, baik itu pemulihan ekonomi, mitigasi dan penanganan bencana alam.

“Dan kita ke sana bukan berarti tidak jelas artinya,sudah barang tentu, kami melihat pemerintah wilayah timur secara administrasinya baik dan pengembangan wisata desa sangat pesat berkembang dan maju.

“Jadi untuk itulah kita ingin belajar dari mereka. Kalau kita belajar sama orang tentu kita datang ke lokasi tersebut untuk dapat kita belajar pungkasnya lagi.

Untuk itu mengenai keterlibatan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Said menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini, Pemdes Inhil melalui APDESI meminta DPMD sebagai fasilitator, dikarenakan DPMD inhil leading sektornya Pemdes Desa.(Marbun)

Komentar