Jawa Timur | metroinvestigasi.id– Lambat Bikin Resah warga desa Rejoagung,Ngoro,Jombang, program proyek Irigasi Perpompaan sumber anggaran APBN Rp.155700.000 tahun 2026, diduga belum tuntas dikerjakan atau diulur waktu untuk dikerjakan.?
proyek perkerjaan kontrusi Irigasi Perpompaan (irpom) Desa Rejoagung,Kecamatan Ngoro,Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur sumber anggaran APBN Rp.155.700.000,- tahun 2026 memicu keresahan warga setempat karena merupakan masaalah serius karena langsung berdampak pada ketersediaan air pertanian.
Keterlambatan penyelesaian proyek irigasi perpompaan APBN tahun 2026 di Desa Rejoagung,Kecamatan Ngoro,Kabupaten Jombang yang memicu keresahan. Awalnya pelaksanaan program perpompaan di Desa Rejoagung sebelumnya menjadi sorotan publik dan warga sekitar lantaran tidak adanya papan informasi proyek pada awal perkejaan. Sekarang adanya perubahan menjadi memasang papan informasi unit pengelolaan keuangan dan kegiatan.
“Poktan Ngerembang” Desa Rejoagung,Kecamatan Ngoro,Kabupaten Jombang.
Papan kegiatan,Nama kegiatan, Pekerjaan kontrusi irigasii perpompaan volume 1 paket,lokasi kegiatan,Poktan Ngerembang,Anggaran Rp.155.700.000,- sumber dana APBN tahun 2026,pelaksana UPKK Poktan Ngerembang.
Menurut keterangan warga setempat, tidak menyebut nama, pada 23-8-2026, saat ditemui Metro Investigasi mengatakan, sebelumnya proyek program konstruksi irigasi perpompaan memang tidak memasang papan proyek, sekarang baru dipasang papan proyek setelah diketahui oleh media.
Kecurigaan sangat beralasan karena anggaran kontruksi irigasi perpompaan APBN 2026 senilai Rp.155.700.000 per unit seharusnya dipercepat dikerjakan namun pekerjaan dilapangan diduga sengaja diulur-ulur, ada risiko ketidakpatuhan terhadap petunjuk teknis (juknis) kementrian pertanian.
(La baru,p.jatim)










Komentar