Simalungun | metroinvestigasi.id- Kinerja manajemen perkebunan di lingkungan PTPN IV Regional II Kebun Laras, Kabupaten Simalungun, tengah menjadi sorotan publik menyusul temuan kondisi areal Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) yang dinilai tidak terawat dan diduga tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan.
Berdasarkan hasil pantauan tim media pada Sabtu (09/05/2026) sekitar pukul 13.50 WIB di Afdeling I Kebun Laras, ditemukan sejumlah kondisi yang dinilai memprihatinkan.Diantaranya buah sawit yang membusuk di pohon, pekerjaan kastrasi yang diduga tidak tuntas, hingga areal yang dipenuhi semak belukar mulai dari piringan tanaman sampai pasar gawang.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terkait efektivitas pengawasan dan pelaksanaan teknis perawatan kebun, khususnya pada fase TBM yang merupakan tahapan penting dalam menentukan produktivitas tanaman di masa mendatang.
Sejumlah pihak menilai, apabila kondisi tersebut dibiarkan berlarut, hal itu berpotensi menimbulkan kerugian terhadap aset perusahaan serta berdampak pada pencapaian target produksi di masa depan.
Aktivis LSM Sumatera Utara, Irmayani, menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius dari jajaran manajemen maupun direksi perusahaan.
“Kami melihat adanya dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Hal seperti ini tidak boleh dianggap biasa dan perlu dievaluasi secara menyeluruh,” ujarnya kepada awak media.
Ia juga mendorong manajemen pusat dan jajaran direksi PalmCo untuk melakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan di tingkat kebun apabila ditemukan adanya kelalaian ataupun ketidaksesuaian pelaksanaan SOP.
“Jika memang terdapat pelaksanaan kerja yang tidak sesuai prosedur, maka perlu ada pembinaan maupun tindakan tegas. Ini menyangkut profesionalisme dan tata kelola perusahaan negara,” tegasnya.
Menurutnya, evaluasi terhadap pola pengawasan dan kinerja manajemen lapangan penting dilakukan guna menjaga kualitas pengelolaan perkebunan BUMN serta memastikan standar operasional berjalan optimal.
Di sisi lain, sejumlah pengamat perkebunan menilai bahwa perawatan TBM merupakan faktor krusial dalam industri kelapa sawit. Ketidakteraturan pemeliharaan pada fase awal tanaman dapat berdampak terhadap kualitas pertumbuhan, efisiensi biaya, dan produktivitas jangka panjang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PTPN IV Regional II Kebun Laras belum memberikan keterangan resmi terkait temuan di lapangan maupun kritik yang disampaikan berbagai pihak.
Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak terkait guna memperoleh penjelasan yang berimbang sesuai prinsip cover both sides dan kode etik jurnalistik.
(Hd/Tim)










Komentar