Batubara – Simpang Gambus | metroinvestigasi.id – Bencana alam banjir di Desa Simpang Gambus Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batubara yang terjadi pada Hari Selasa,15/11/2022 diketahui sampai saat ini air masih menggenangi rumah warga yang mengakibatkan dinding tembok batas penangkar buaya milik UD Alian Ruswan yang ada di Desa Simpang Gambus Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batubara jebol diterpa banjir ,Minggu 20/11/2022.
Yang mana peristiwa tersebut beredar isu adanya buaya yang lepas dari ternak buaya.Menyikapi isu tersebut, Humas UD Alian Ruswan dan warga Simpang Gambus yang berdekatan dengan penangkar ternak buaya tersebut ikut angkat bicara dan mengatakan kalau tembok yang roboh itu benar adanya, namun untuk buaya yang lepas tidak benar dan itu hanya Hoax saja pak.

Warga tersebut juga mengatakan kalau memang ada buaya yang lepas sudah jelas kami lebih dulu dimakan buaya, karena kamipun ikut serta turut membantu membendung benteng yang jebol tersebut dengan menggunakan material pasir yang dimasukkan ke dalam goni.
Warga tersebut juga mengatakan, antara tembok pembatas dengan kolam penangkar buaya itu berjarak lebih kurang 12 meter, jadi disini kami jelaskan kepada bapak yang roboh itu bukanlah kolam penangkar buaya namun tembok pembatas saja pak , Ujar warga.

Syaiful selaku pekerja/ Humas penangkar buaya tersebut menjelaskan kepada wartawan Metro Investigasi , bahwa buaya yang ada pada penangkar atau kolam tersebut tidak benar ada yang lepas. Syaiful mengatakan , pertama kali terjadinya banjir pada Selasa 15/11/2022 sekitar Pukul 23.00 Wib saya langsung datang ke tempat karena ada laporan dari masyarakat bahwa ada tanggul atau benteng bahbolon yang jebol dan saya lihat airnya baru melimpah , jadi saya langsung ke lokasi kolam buaya dan mengajak pekerja dan masyarakat untuk melakukan tindakan dengan cara mengambil goni dan mendatangkan mobil mengankut material untuk menimbun pinggir benteng yang jebol.

Sekitar Pukul 7.30 Wib( pagi ) saya bersama pekerja sama sama mengantisipasi agar buaya yang ada dalam penangkar tidak ada yang lepas dengan cara membuat Paret dan memasang pagar pengaman .
Jadi disini saya berharap kepada masyarakat dan kawan kawan tidaklah mudah percaya tentang isu buaya yang lepas tersebut, Harap Syaiful.
(Syahrul.S.)










Komentar