Simalungun | metroinvestigasi.id – Bantuan pangan program percepatan penanganan C-19 Kabupaten Simalungun mulai disalurkan di beberapa Nagori ter dampak Covid-19 pada hari Kamis, 16 April 2020 pukul 18’30 wib, salah satunya di Nagori Bandar Siantar kecamatan Gunung malela Kabupaten Simalungun Sumatera Utara.
Lewat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 (GTPP C-19) menyalurkan paket bantuan pangan sebanyak 289 paket terdiri dari beras 10 kg dalam dua kemasan 5 kilogram, 2 kaleng susj, 22 bungkus Mie instan dan 18 kaleng ikan kaleng yang di kemas dalam satu bungkus plastik berwarna merah yang berlogo bantuan pangan dari Dr. Jr. Saragih SH.MM Bupati Simalungun Ketua GTPP C-19.
Bantuan tersebut dibagikan kepada warga huta IV Negri Bayu Nagori Bandar Siantar Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun sebanyak 289 Paket, secara simbolis diterima dan diwakili oleh salah seorang warga setempat.
Bantuan ini diserahkan GTPP C-19 melalui Camat Gunung Malela, Ir. Andi Saputra Pasaribu, dan mengatakan, ” bantuan pangan diserahkan langsung dan harus tepat sasaran, tidak boleh ada yang kurang sedikit pun”. Kata Andi
Lanjut Andi, Yang menerima bantuan pangan ini khusus daerah yang terkena Dampak Covid-19, dan daerah yang tidak terkena Dampak Covid-19, tidak menerima bantuan pangan. Ucapnya.
Dilansir dari pernyataan Dr. JR Saragih. SH. MM di Stasiun Efarina TV lewat tayangan vidio streaming Youtube dan sempat beredar luas di dunia maya.
Dikatakannya, salah satu lokasi Nagori Bandar Siantar sangat luar biasa, masyarakatnya yang sangat aktif hingga sore masih aktif berjualan, dan mengambil sampel langsung positif tiga, dan satu orang meninggal di rumah sakit Vita Insani Pematang Siantar, namun belum sempat di lakukan test, karena hanya 45 menit berada di rumah sakit.
Pernyataan Bupati Simalungun yang sangat kontroversial menimbulkan keresahan khususnya kepada warga Nagori Bandar Siantar dan warga nagori yang berdampingan, banyak warga mengira pernyataan Bupati Simalungun menyatakan warga Bandar Siantar positif C-19. Padahal jelas dikatakan bahwa warga Huta IV yang meninggal belum sempat dilakukan pemeriksaan.
Dampak dari beredarnya pernyataan Bupati menimbulkan keresahan warga Bandar Siantar secara keseluruhan, hingga mempengaruhi ruang gerak masyarakat setempat yang hidup dari berjualan keliling dan warung kopi ssrta warung makan.
Dari pengakuan salah seorang yang tidak ingin namanya di paparkan, warga Huta II Bandar Siantar yang hidup dari berjualan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehari hari, dikatakan, dampak dari merebaknya C-19 Sangat mempengaruhi penghasilannya, terutama belakangan ini setelah beredarnya pernyataan Bupati.
“semakin sulit cari makan, jualan pun hampir tidak laku, apa lagi setelah pernyataan Bupati yang bawa – bawa nama Bandar Siantar, kampung kami seperti terisolasi, semua jadi sunyi. Padahal orang Nagori Bayu itu bukan terkena corona, itu sudah sakit lama.” katanya menuturkan.
Merebaknya pandemik covid-19, terutama daerah terdampak, khususnya menjadi perhatian utama pemerintah setempat. Hal ini sudah di lakukan penanggulangan kepada Nagori Bandar Siantar dengan pembagian bantuan pangan di Huta IV Nagori Badar Siantar.
Namun pembagian tersebut menimbulkan kecemburuan sosial sesama warga nagori, banyak anggapan kalau bantuan pangan yang di kirim oleh Pemerintah Kabupaten Simalungun hanya mengistimewakan Huta IV, padahal dampak C-19 dirasakan oleh semua warga Bandar Siantar.
“semua kena dampaknya, bukan cuma di huta empat, tapi kenapa bantuan cuma ada di huta empat, ” kata warga Huta II.
Hingga Sabtu, 18 April pembagian bantuan pangan sebanyak 289 paket selesai di bagikan di Huta IV, yang sebelumnya telah di serahkan pada Jumat lalu.
Hadir dalam penyerahan bantuan pangan Pangulu Nagori Bandar Siantar, Camat Gunung Malela, pendamping PKH Simalungun, Babinkantipmas dan dikawal oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Simalungun. (Hi.ss)










Komentar