RSUD Gunungsitoli Menggelar Temu Pres Terkait Isu Berkembang

 

Gunungsitoli|metroinvestigasi.id –Rumah sakit umum daerah Gunungsotoli (RUSD) menggelar Temu Pres, dr. Juliunus Dawolo membuka acara dan di  dampingi oleh Kepala bidang Pelayanan Rumahsakit dr.Hotman Purba, dr.Yuliani  Zalukhu,SP.PK, dr. Beatrice Angela Bu’ulolo,SP.PD,. dr. Vicensius Kurniel Nazara,SP.PD., Kepala Tata Usaha RSUD  Gunungsitoli dr. Yudika Kristiani Zendrato, Kabid keuangan & perencanaan Yuntriman Harefa dan Kepala  Ruangan Transit Thomsen B, Mastina Titi Giawa  laksanakan  konferensi Pers di lokasi halaman RSUD  Gunungsitoli, Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Gunungsitoli, Rabu (4/11/2020).

Terkait isu yang berkembang Beberapa Minggu terakhir ini, pihak rumah sakit dituding berita miring tentang Mengcovidkan orang sakit dan beberapa tuduhan tuduhan yang tak benar.

Akibat dari isu- isu tersebut hingga berujung pada aksi Demo unjuk rasa mahasiswa GMNI terjadi bentrok dengan Petugas /aparat. selaku Derektur RUSD Gunungsitoli dr.Juliunus Dawolo menjelaskan ia sudah beberapa kali memberikan informasi dan klarifikasi baik vidio dan hal-hal isu yang berkembang selama ini,baik makian, bullyan hujatan sehingga hari ini kami menggelar temu Pers.

Berkaitan banyak nya isu tersebut kami dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungsitoli menegaskan bahwa isu -isu yang beredar dikalangan publik belakangan ini adalah tidak benar. Dan Pihaknya tidak pernah melakukan upaya meng Covidkan orang yang tidak Civid seperti yang dituduhkan oleh beberapa pihak,dengan nada tinggi iamengatakan, “Demi Tuhan Kami di RSUD Gunungsitoli  tidak pernah mengcovidkan orang. Kami bekerja  sesuai standar operasional SOP ucap dr.Juliunus Dawolo.”Didepan para awak media Temu Pers.

Kemudian dr.Hotman Purba selaku kepala bidang pelayanan Rumah sakit Umum Gunungsitoli menerangkan bahwa proses penentuan hasil Covid-19 melalui analisis data yang akurat dan di uji melalui alat Tes Cepat Molekuler (TCM) Jenis tes ini biasa juga dapat digunakan untuk pasien penyakit dalam turberkolosis (TB) dan Tes ini untuk menambah pemeriksaan yang selama ini digunakan Polymerase chain reaction (PCR) dan Rapid Test dalam Penteteksi Covid-19, dan juga kami telah berupaya menyiapkan beberapa fasilitas baik ruang transit dan ruang darurat, serta beberapa perangkat dan peralatan TCM untuk menganalisis sample.

Perlu diketahui juga kami tidak sembarangan menyatakan hasil diagnosa medis, apa untungnya bagi kami untuk melakukan adanya penyimpangan yang dapat menciderai profesi kami sebagai dokter, terkadang pasien dan pihak keluarga pasien tidak memahami beberapa penjelasan dari petugas, hingga seringkali terjadi discomunikasi (pertentangan) dan salah tafsir, memang reaksi setiap orang beda- tetapi penjelasan dari Rumah sakit tetap sama ujarnya.

Penanggung jawab laborratorium RSUD Gunungsitoli  dr.Yuliani Zalukhu,SP.PK menyampakan prihatin dan rasa sedih atas tuduhan dan statemen yang dilontarkan tidak pas, namun ianya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa  yang masih menggunakan  saya di Pulau Nias.

“Ia tegaskan bahwa sebagai tenaga medis yang telah di angkat sumpah profesi, ia nya banyak menerangkan alat uji tes TCM dan PCR baik manfaat dan kegunaan nya, kemudian pihaknya memiliki komitmen untuk menjaga integritas diri dan rasa kemanusiaan yang tinggi.”

Kepala Bidang Keuangan & Perencanaan, Yuntriman Harefa menjelaskan bahwa diawali dengan kesepakatan masing-masing Pimpinan Forum Kepala Daerah (Forkada) Kabupaten/Kota Gunungsitoli bahwa RSUD Gunungsitoli ditetapkan oleh Gubernur Sumatera Utara menjadi rumah sakit rujukan penanganan Covid-19.Dan kesepakatan masing-masing Kabupaten/Kota Forum kepala daerah (Forkada) di Rumah sakit yang bertanggungjawab akan hal ini.

Kemudian ia jelaskan Kembali, beberapa hal  yang kami  sampaikan dimana dukungan Forkada Kabupaten / Kota sangat minim, ini diberikan dalam bentuk barang PHB/ Alat Pelindung Diri (APD), namun kami konfeksi kemata uang dari Kabupaten Nias memberikan barang senilai Rp.367.150.000 (tiga ratus enam puluh tujuh juta seratus lima puluh ribu rupiah) dari kota Gunungsitoli memberikan barang senilai Rp. 30.825.000 (tiga puluh juta delapan ratus ribu dua puluh lima ribu rupiah); dari Nias Selatan memberikan barang senilai Rp.13.826.400 (tiga juta delapan ratus dua puluh enam ribu empat ratus rupiah) ; dari Nias Barat memberikan barang senilai  Rp. 13.229.197 (tiga belas juta dua ratus dua puluh sembilan seratus sembilan tujuh rupiah); dari Nias Utara memberikan barang senilai Rp. 6.848.000 (enam juta delapan ratus empat puluh delapan ribu rupiah) dari Pemerintah Propivinsi Sumatera Utara memberikan barang senilai Rp.1.378.284.300 (satu milyar tiga ratus tujuh puluh delapan juta dua ratus delapan empat ribu tiga ratus rupiah) dan barang Private Healthcare Blockchain (PHB) / Alat Pelindung Diri (APD) telah dikelola dengan baik dan ini dapat dipertanggugjawabkan.

Terkait anggaran Covid-19, hingga detik ini belum menerima atau belum mendapat bantuan uang dari manapun, Selain bantuan dalam bentuk barang medis yang merupakan dukungan sosial dari berbagai pihak.

Juga Kepala  Ruangan Transit Thomsen B, Mastina Titi Giawa  menyampaikan rasa kekecewaan atas isu-isu miring, pada hal kami juga manusia yang sudah menjalankan tugas dengan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya.
Salah satu protokol nya yakni, pasien tidak boleh sembarangan keluar masuk diruangan khusus.

Para petugas dalam memakai APD itu berjam – jam, tolonglah hargai pengorbanan kami, bahkan tidak sedikit petugas kami yang beresiko dapat tertular penyakit, kiranya  kepercayaanlah yang diberikan kepada kami, ucap Mastina Titi Giawa.

Acara temu pers tersebut turut dihadiri Direktur RSUD Gunungsitoli, Pejabat Struktural lingkup RSUD Gunungsitoli, Bapak/Ibu Dokter, Bapak/Ibu  Ketua komite lingkup RSUD Gunungsitoli, Santuan pemeriksaan Internal rumah sakit Bapak/Ibu Kepala Ruangan istalasi RSUD Gunungsitoli dan rekan-rekan Pers. @(Masry)

Komentar