Pakpak Bharat | metroinvestigasi.id-
Asta Cita merupakan delapan program prioritas nasional yang ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Salah satu poin penting dalam program tersebut adalah mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa dengan menggerakkan sektor-sektor strategis, salah satunya dari sektor pertanian dan pangan.
Sebagai perwujudan dari dukungan terhadap program Pemerintah Pusat, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor mengajak seluruh jajaran di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat untuk mengimplementasikan program ini melalui pemanfaatan lahan-lahan kosong di lingkungan kantor masing-masing OPD. Hal ini merupakan salah satu dari sekian banyak program-program peningkatan sektor pertanian di kabupaten ini.
Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Pakpak Bharat membuktikan keseriusan akan program ini. Hari ini, Jum’at 24 Oktober 2025, OPD ini menggelar giat panen raya cabai merah di Markas Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Pakpak Bharat.
Bupati Pakpak Bharat yang hadir bersama Anggota Komisi II DPR-RI fraksi Partai Golkar, Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, S.Si., M.T. didampingi oleh beberapa Anggota DPRD Dairi dan Pakpak Bharat menyampaikan kekagumannya pada keseriusan Kasat Pol PP, Damkar & Penyelamatan Kab. Pakpak Bharat, Esra Anak Ampun, S.STP.
Esra Anak Ampun menjelaskan, bahwa mereka bersama seluruh jajaran melakukan giat bertani di sela-sela kegiatan kantor yang luang. Terlebih dari Bidang Damkar dan Penyelamatan yang notabene tugasnya adalah bersiaga.
Kami memang bukan petani dan tidak punya latar belakang pendidikan pertanian, tetapi bisa mencapai hasil seperti ini. Ini merupakan bukti atas keseriusan dari proses panjang dalam belajar bertani dan pengelolaan lahan-lahan kosong disini. Lalu masyarakat kita, Masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat tentunya akan bisa lebih produktif lagi jika betul-betul menekuni bidang pertanian dan senantiasa terus belajar, dan memanfaatkan lahan yang ada. ungkap beliau.(M.Solin)











Komentar